Perbedaan Maag dengan GERD

Perbedaan Maag dengan GERD

Secara medis, sakit lambung didefinisikan sebagai kumpulan rasa sakit atau rasa tidak nyaman di ulu hati, saluran cerna bagian atas, dan organ sekitarnya. Gejala yang biasa timbul adalah mual, kembung, cepat kenyang, kurang nafsu makan, muntah, dan diare.

Sedangkan gastro esophageal reflux disease (GERD) merupakan penyakit saluran cerna bagian atas yang terjadi karena asam lambung dengan derajat keasaman yang tinggi naik ke kerongkongan. Pada umumnya semua penyakit yang berkaitan dengan asam lambung selalu dikira sebagai dyspepsia atau penyakit maag. Padahal berdasarkan definisi di atas berbeda antara maag dengan GERD.

Ketika asam lambung naik maka akan mengakibatkan perlukaan di kerongkongan. Lama-lama bisa menjadi kanker kerongkongan. GERD merupakan kondisi adanya aliran balik dari isi lambung ke kerongkongan yang menyebabkan gejala yang mengganggu hingga terjadi komplikasi.

Aliran balik asam lambung ke kerongkongan tidak hanya menjadi pemicu sindrom GERD (seperti naiknya aliran isi lambung ke kerongkongan atau regurgitasi ataupun nyeri dada seperti terbakar, heartburn) tetapi juga menyebabkan luka pada kerongkongan atau esofagitis. Alur balik isi lambung ini juga dilaporkan bisa menyebabkan atypical syndrome (seperti asthma reflux) yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari dan sulit diobati.

GERD yang tidak diterapi dengan baik dapat menyebabkan terjadinya komplikasi antara lain yaitu penyempitan kerongkongan, pendarahan kerongkongan dan kondisi yang disebut Barrett’s esophagus (terjadi pembentukan jaringan pada dinding kerongkongan seperti yang ditemukan dalam usus). Jika hal ini terjadi, perjalanan penyakit ini berhubungan dengan kanker kerongkongan.

Saat ini di Indonesia belum ada angka yang pasti mengenai jumlah penderita GERD, tetapi dari hospital base yang dapat ditelusuri ada sekitar 20 persen dari total pasien yang datang ke De partemen Ilmu Penyakit Dalam menyampaikan keluhan gejala GERD dari ringan hingga parah.

Beberapa yang menjadi faktor risiko penyakit GERD antara lain adalah, obesitas, tidur terlentang (usai makan langsung tidur), merokok, alkohol, kopi dan stres. Kopi meningkatkan asam lambung, begitu juga stress. Jika ada sesuatu yang tidak beres di otak, maka otak memerintah lambung untuk memproduksi asam lambung.Gambar Perbedaan Maag dengan GERD

Dikatakan bahwa dibandingkan dengan negara lain di Asia, Filipina 17 persen dan Taiwan 13 persen, maka hanya sekitar satu persen penduduk Indonesia yang mengenal apa itu GERD walaupun mereka sebenarnya telah menderita GERD selama bertahun-tahun sebelum akhirnya tahu bahwa ada solusi yang sederhana untuk melegakan rasa sakit mereka.

Maka dari itu, membiasakan memeriksakan diri ke dokter spesialis saluran pencernaan bisa menjadi salah satu pencegahan GERD. Selain itu, lakukan upaya mandiri seperti menjalankan pola makan sehat, teratur, dan kaya serat. Imbangi juga dengan aktivitas olahraga rutin.

Sumber : kompas.com

You can leave a response, or trackback from your own site.

Komentar Tentang Perbedaan Maag dengan GERD

Powered by WordPress | Designed by: Themes Gallery. | Thanks to CD, Savings Account and Free WordPress Themes
Artikel Kesehatan Lainnya:close